Soundcard vs Mixer: Solusi Minim Delay untuk Karaoke dengan Speaker Bluetooth
Verdict
Mic delay saat karaoke bukan sekadar masalah kecil, melainkan fenomena teknis yang sering menimbulkan kebingungan. Banyak pengguna berasumsi bahwa cukup dengan menambahkan alat seperti soundcard atau mixer, semua input mic dan musik bisa digabung lalu dikirim ke speaker tanpa kendala. Kenyataannya, delay muncul karena perbedaan mendasar antara cara kerja soundcard dan mixer, serta keterbatasan speaker modern yang hanya menyediakan koneksi Bluetooth atau USB Type‑C tanpa jack mic khusus.
Mengapa Soundcard Menyebabkan Delay?
Soundcard bekerja dengan prinsip Digital Signal Processing (DSP), yaitu mengolah sinyal audio terlebih dahulu sebelum diteruskan ke output. Proses ini melibatkan buffering agar stabil, terutama pada unit murah, sehingga menimbulkan jeda 20–80 ms yang terasa saat karaoke, namun ini bukan satu-satunya jeda atau delay melainkan ada delay tambahan dari output soundcard ke speaker terutama jika media penghubungnya yakni bluetooth, karena speaker bluetooth umumnya menggunakan codec SBC/AAC yang umumnya menambah delay 200 ms kecuali codec yang digunakan menggunakan lptX, LL, LC3 yang dapat mengurangi delay. Soundcard memang dirancang untuk kebutuhan recording atau live streaming, di mana efek DSP seperti echo atau equalizer menjadi nilai tambah. Namun untuk karaoke real‑time, proses tambahan ini justru menjadi sumber delay.
Kelebihan Mixer Analog
Sebaliknya, mixer analog tidak melakukan pengolahan digital. Ia hanya mencampur sinyal mic dan musik secara langsung lalu mengirimkannya ke output. Hasilnya, delay praktis nol karena sinyal berjalan real‑time. Tantangan muncul ketika speaker hanya menerima input digital via USB Type‑C. Di sini diperlukan converter AUX→USB‑C DAC/UAC untuk mengubah sinyal analog menjadi digital. Untungnya, proses konversi ini sangat cepat (<10 ms), sehingga hampir tidak terasa oleh telinga manusia.
Studi Kasus Speaker Tanpa AUX
Dalam studi kasus speaker tanpa AUX dan tanpa input mic, pengguna memiliki dua opsi:
- Soundcard UAC compliant dengan converter ke USB‑C. Praktis, tetapi tetap berisiko delay jika chipset murah.
- Mixer analog + converter DAC USB‑C. Lebih minim delay, cocok untuk karaoke real‑time, meski butuh perangkat tambahan.
Bagaimana Jika Speaker Memiliki AUX?
Jika speaker memiliki AUX, situasi lebih sederhana: mixer bisa langsung digunakan tanpa converter, sementara soundcard tetap harus dipilih yang minim buffering agar suara mic tidak kalah dibanding musik.
Delay karaoke bukan sekadar “kesalahan alat,” melainkan konsekuensi dari cara kerja perangkat. Soundcard murah cenderung menambah jeda karena DSP, sedangkan mixer analog menawarkan jalur real‑time dengan latensi nyaris nol. Untuk karaoke hemat dan minim delay, mixer analog + converter DAC adalah solusi paling aman. Soundcard tetap bisa digunakan, tetapi pilih yang UAC compliant dan berkualitas baik jika ingin mengurangi jeda.
5 Soundcard (UAC)
| Produk | Harga (perkiraan) | Spesifikasi Utama | Delay |
|---|---|---|---|
| UGREEN USB External Soundcard | Rp127 ribu | Input mic 3.5 mm + headphone, USB‑A (butuh adaptor USB‑C) | <10 ms (UAC compliant) |
| V8S Taffstudio Soundcard | Rp110–140 ribu | Input mic, efek echo, output USB, Bluetooth opsional | 20–50 ms (buffer DSP) |
| BM800 USB Soundcard 7.1 | Rp25–50 ribu | Input mic 3.5 mm, output USB, simulasi surround | 30–80 ms (chip murah, buffer besar) |
| Behringer UMC22 | Rp1–1,2 juta | Input XLR/Line, output USB‑A, latensi rendah | <10 ms (stabil, UAC) |
| Zoom UAC‑2 | Rp5,8 juta | Audio interface USB 3.0, input XLR/Line, profesional | <5 ms (studio grade) |
5 Mixer Analog
| Produk | Harga (perkiraan) | Spesifikasi Utama | Delay |
|---|---|---|---|
| Ashley Evolution 4 USB Bluetooth Mixer | Rp600 ribu | 4 channel analog, input mic/line, output AUX | ~0 ms (real‑time) |
| Ashley Better 4 USB Mixer | Rp650 ribu | 4 channel analog, kontrol EQ, output AUX | ~0 ms |
| dBvoice 400MX Analog Mixer | Rp875 ribu | 4 channel analog, input mic/line, output RCA/XLR | ~0 ms |
| Behringer Xenyx 502S | Rp1,5 juta | 5 input analog, EQ, output AUX | ~0 ms |
| Alto TrueMix 500 | Rp1,18 juta | 5 channel analog, input mic/line, output AUX | ~0 ms |
Analisis
- Soundcard USB: Delay tergantung chipset. Produk murah (BM800, V8S) punya buffer besar → delay terasa. Produk profesional (Behringer, Zoom) latensi sangat rendah, tapi harganya jauh di atas Rp300 ribu.
- Mixer Analog: Delay praktis nol, karena sinyal langsung dicampur tanpa DSP. Namun output analog butuh converter AUX→USB‑C DAC/UAC agar dikenali speaker modern.
Kesimpulan
Paling minim delay: Mixer analog + converter AUX→USB‑C DAC/UAC. Mixer tidak menambah latensi, hanya konversi DAC (<10 ms).
Lebih praktis tapi berisiko delay: Soundcard USB murah. Cocok kalau ingin langsung USB, tapi delay bisa terasa.
Profesional: Audio interface UAC (Behringer, Zoom) → delay sangat rendah, tapi harga jauh di atas target hemat (<Rp300 ribu).
Info!
Untuk karaoke real-time dengan budget hemat, mixer analog adalah jalur paling aman. Soundcard tetap bisa dipakai, tapi pilih yang UAC compliant dan minim buffering.
Diagram Alur Sinyal Karaoke
Penjelasan Gambar Jalur Audio
Jalur Mixer Analog
- HP (musik) + Mic wireless masuk ke Mixer Analog.
- Output mixer analog keluar via AUX.
- AUX dikonversi ke USB‑C (DAC/UAC converter).
- Masuk ke Eggel Active 3.
- Delay: hampir nol di mixer, hanya sedikit (<10 ms) di DAC.
Jalur Soundcard USB
- HP (musik) + Mic wireless masuk ke Soundcard USB.
- Output soundcard langsung digital via USB.
- Dengan converter USB‑C, masuk ke Eggel Active 3.
- Delay: tergantung chipset soundcard. UAC standar <10 ms, tapi soundcard murah bisa 20–50 ms.
Info!
Diagram ini menunjukkan perbedaan jalur: Mixer analog lebih minim delay karena sinyal berjalan real‑time, sementara soundcard bergantung pada kualitas chipset dan proses DSP.
